alfabet bernada. |
Pelakon panggung sandiwara, pemimpi ulung pelukis nirwana. Seringnya bernyanyi tanpa suara, a Dreamy Idealist katanya. |
Hai sore.
Makasih ya sudah suguhkan biru langit sampai senja semanis itu. Secangkir teh panas dan roti jahe. Obrolan di teras jadi makin buat aku lupa kalau ini Jakarta.
Sebentar aku ambil wudhu dan ikuti di belakangmu. Bareng-bareng kirim puisi-puisi cinta dan doa ke Yang Maha Kuasa. Tadi aku minta apa, terdengar tidak? Ya, itu. Jangan bocorkan dulu ke ibu, aku belum ingin tinggalkan Jakarta.
Sudah lapar Sur? Mainkan pemantikmu satu-dua menit sampai lima babak. Aku siapkan dulu makan malam kita. Cuma bisa bikin salmon steak dan salad, boleh ya? Ada potato wedges juga semoga kamu suka.
Gelegekan. Sukur ya bisa makan enak! Maafin aku Sur, aku pasti buat kamu kangen dan pingin kembali lagi ke sini. Belum mau berakhir, bulan sabit kayak senyum-senyum ngeledekin kita gini.. Ah, tersipu aku. Sebotol Bintang dulu sebelum tutup hari, mau ya?
Ini sapu tangan aku, dan wanginya juga. Chanel nomer lima.
Kecup keningmu,
Suriarti Ayu Ningsih.
Love does not consist of gazing at each other
but in looking outward together in the same directions..
~ Antoine de Saint-Exupery ~
Won’t it be so beautiful
that we make the best of what we have
and catching our dreams together ?
Building our little home and family.
Sharing our fear knowing that we
will still love each other just as much…
I always believe that the journey will be so much more amazing than the destination…
Be it catching it together
or even in distance through separation
All we need is trust and faith
Because at the end of the day,
we know the time passing is not the time we wasted…
and as we grow old together…
We both know that we have taken the right path ♥
~ Niluh Djelantik ~
Aku mengagumimu.
Suara renyah yang selalu sapa selamat pagi
Senyum yang terkembang sempurna, begitu lagi dan lagi
Aku bisa hitung jumlah gigi yang berjajar rapi
Aku mengangumimu.
Tawa yang selalu undang lesung dalam di pipiku
Mata yang oh-aku-rindu diajak bicara tanpa kata
Aku mengagumimu.
Satu-dua langkah kecil di atas lantai dansa
Wanginya yang mampir di keningku
Aku mengagumimu.
Bukan lagi untuk dua cangkir kopi
Bukan juga untuk sepotong kue
Aku menginginkanmu.
Untuk temani temui mimpi
Dingin ini memelukku. Erat.
Wanginya membunuh pelan.
Secangkir kopi pagi ini belum bisa melepaskannya.
Masih, embun ini berteriak sekencang-kencangnya.
Dia, belum mau mendengar.
Yang mana lagi yang mau disampaikan.
Ke mana lagi rindu ini bersandar.
Masih, embun ini membasuh selembut-lembutnya.
Dia, belum mau mendengar.
Sampai meluap dan banjir.
Nanti menumpuk dan tumpah.
Mimpi semalam bilang, hari ini akan hangat.
Dia, belum mau mendengar.
Selamat pagi Trinils dan Tronols :) with DonCess at Zeno Stratcom – View on Path.
Shipwreck in the Red Sea
Chateau de Marqueyssac, France photo via
Pretty Little City Cross Stitch Patterns | Satsuma Street
I was so excited when I came across Satsuma Street. Her cross stitch patterns are...
Letters to Newtown: Preserving 500,000 Messages of Hope & SorrowThis story was produced in partnership with Mother Jones and...
The reason we had children.
all mine - jan 24, 2013 #365shots
(via Reading Spaces)